Rabu, 28 Maret 2012

KENAIKAN HARGA BBM (Bahan Bakar Minyak) DALAM PRESPEKTIF PRIBADI SEORANG MAHASISWA TEKNIK KIMIA UMS

isu yang kini sedang marak di masyarakat indonesia utamanya di kampus saat ini adalah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tanggal 1 april 2012. sebuah kebijakan yang menurut saya pribadi kurang ataupun tidak berpihak pada masyarakat kecil, karena apa? kenaikan BBM tentunya akan diikuti atau berimbas pada kenaikan barang-barang yang lainnya. yang jelas kesemuanya itu tentu akan menjerat atau menyiksa pada masyarakat, utamnya pada masyarakat menengah kebawah,.
sangat tidak bisa dibayangkan imbas ataupun dampak yang akan terjadi jika BBM  naik 33,33%  jadi terlaksana. tentunya pada sektor transportasi entah itu transportasi masa maupun pendistribusian barang adalah sektor yang pertama mengalami kenaikan lalu hal ini akan disusul oleh kenaikan harga barang2 kebutuhan yang lain, lantas efek ini akan menjadi efek domino yang mau tidak mau akan membuat kenaikan pengeluarann  masyarakat.

namun yang patut kita pertanyakan adalah motif apa yang melatarbelakangi dari kenaikan harga BBM ini. dalam suatu siaran berita di televisi para praktisi maupun politikus senayan berdalih bahwa kenaikan harga BBM ini disebabkan naiknya harga minyak dipasar dunia, namun secara pemikiran masyarakat awam tentu akan berfikir apa hubungan harga minyak dunia terhadap kenaikan BBM? bukankah negara tercinta kita ini merupakan salah satu negara penghasil minyak bumi? berdasarkan data statistikpun kita juga masuk negara pengekspor minyak bumi?...,, (Hmmm,,Heran)
jika dipikir2 memang agak mengherankan negara pengekspor malah kesulitan dalam mencukupi kebutuhan dalam negeri sendiri ya? mungkin memang negara tercinta kita ini memang sedang kehilangan kedaulatannya, banyak aset2 negara strategis yang seharusnya mampu membuat negara ini makmur tetapi malah di jual ke pihak asing, TAK TERKECUALI MINYAK BUMI... (go to hell pihak asing, negara ini telah lelah kau injak2 semau kalian).


yang lucu adalah apa yang dilakukan pemerintah setelah adanya kenaikan BBM, dana subsidi BBM yang sudah dicabut tersebut dialihkan dengan sistem BLT dan bukannya digunakan membangun infrastruktur yang mampu menaikan perekonomian secara masal, pemerintah malah dengan kebijaksanaannya membagikan BLT kepada masyarakat,. sangat tidak pas jika sistem tersebut diterapkan, alasannya  seperti yang dikemukan mantan presiden negeri sebelah bahwa sistem ini akan membentuk mental masyarakat untuk menjadi pengemis, dan juga dalam mekanisme pembagiannya masih banyak kekurangan yang menyebabkan tidak meratanya atau bahkan tidak tepat sasaran. belum lagi tranparasi pembagiannya yang masih diragukan.

menyikapi adanya hal ini ada 2 sikap umum yang mahasiswa tunjukan yaitu ada mahasiswa yang cuek dan apatis dengan keadaan msyarakat sekitar, mereka yang selama ini belum merasakan bagaimana mati-matian mencari uang di negri "gemah limpah loh jinawi" ini tentu hanya berdiam diri ketika ada hal semacam ini, yang mereka tahu hanyalah tiap bulan dapet kirimkan, lalu habiskan, lalu minta lagi. mereka tidak tahu bahwa dampak kenaikan BBM tentulah sangat merepotkan bagi kedua orang tua mereka, (semoga Allah tidak memasukan saya dalam golongan mereka).

adapun sikap yang kedua adalah mereka yang respon atau lakukan tindakan atas isu diatas, respon itu bisa bermacam cara, entah itu prefentif (penyuaraan agar tidak terjadi kenaikan harga BBM misalnya aksi turun ke jalan) ataupun tindakan upaya memperkecil dampak kenaikan BBM, semisal dengan membangun  perekonomian daerah ataupun tindakan yang lain. yang jelas jangan lah sampai respon mahasiswa tersebut berlangsung secara anarki, merugikan masyarakat yang lain, dan haruslah masuk dalam koridor hukum yang berlaku di negara tercinta ini..

adapun statemen saya pribadi:
"SAYA MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM KARENA INI BUKAN SOLUSI YANG TEPAT BAGI PERMASALAHAN NEGERI INI"

ttd


ALFIAN ACHMAD CHOIRON

Selasa, 13 Desember 2011

LAPORAN PRAKTIKUM EKSTRAKSI CAIRAN

I. TUJUAN PERCOBAAN 

Mencari overall stage efficiency dari suatu rangkaian ekstraksi cairan dan menentukan komposisi larutan keluar tiap-tiap stage serta prosen recovery dari suatu operasi ekstraksi cairan.



II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian ekstraksi

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut. Pemisahan terjadi berdasarkan kemampuan larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran.

Tahapan-tahapan dalam ekstraksi sebagai berikut:

· Mencampur bahan ekstraksi dengan pelarut dan membiarkannya saling berkontak sehingga terjadi perpindahan perpindahan massa secara difusi pada bidang antar muka bahan ekstraksi dan pelarut.

· Memisahkan larutan ekstrak dari refinat dengan cara penjernihan atau filtrasi.

· Mengisolasi ekstrak dari larutan ekstrak dan mendapatkan kembali pelarut dengan menguapkan pelarut

(Bernasconi dkk, 1995)



B. Ekstraksi Dengan Pelarut

Ekstraksi pelarut dilakukan berdasarkan sifat kelarutan yang komponen didalam kelarutan yang digunakan. Komponen gas larut dapat berupa padat atau cair. Ekstraksi padat-cair disebut juga ”leaching”. Dalam ekstraksi komponen yang larut dalam pelarut, perlu dilakukan pemilihan. Pelarut yang selektif yaitu pelarut yang dapat melarutkan komponen yang akan diambil atau dipisahkan. Konsentrasi komponen yang larut dalam pelarut makin besar, akibatnya kecepatan ekstraksi makin turun.

(Khopkar, 1990)




C. Definisi Ekstraksi

Ekstraksi adalah pemisahan satu atau beberapa bahan dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut. Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larut yang berbeda dari komponen-komponen dalam campuran (Bernasconi, et.all, 1995).

Ekstraksi dapat digunakan untuk memisahkan lebih dari dua komponen, dan dalam beberapa penerapan tertentu, digunakan campuran pelarut, bukan satu pelarut saja (Mc Cabe, et.all, 1999).

Ekstraksi cairan merupakan metode pemisahan yang paling baik dan populer, karena pemisahan ini dapat dilakukan dalam tingkat makro/ mikro. Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat terlarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur (Khopkar, 1990).



D. Tahap Ekstraksi

Ekstraksi cair selalu terdiri atas dua tahap, yaitu percampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut dan pemisahan kedua fase cair itu sesempurna mungkin.

Pada saat pencampuran terjadi pemindahan massa, yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang pertama (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi). Sebagai syarat, ekstraksi ini, bahan ekstraksi dan pelarut tidak saling melarut. Agar terjadi perpindahan massa yang baik, haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluas mungkin diantara kedua cairan tersebut. Untuk itu salah satu cairan didistribusikan menjadi tetes-tetes kecil (dengan bantuan perkakas pengaduk) (Bernasconi, et.all, 1995).



E. Teknik Ekstraksi

Tiga metode dasar pada ekstraksi cairan:

a. Ekstraksi Batch

Merupakan cara yang paling sederhana. Caranya cukup dengan menambahkan pelarut pengekstraksi yang tidak bercampur dengan pelarut semula kemudian dilakukan pengocokan sehingga terjadi kesetimbangan konsentrasi zat yang akan diekstraksi pada kedua lapisan. Setelah lapiran tercapai, didiamkan dan dipisahkan.

Hasil yang baik diperoleh dengan jumlah ekstraksi yang lebih besar dengan jumlah pelarut yang kecil. Alat yang biasa digunakan pada ekstraksi Batch adalah corong pemisah.


b. Ekstraksi Kontinyu

Digunakan bila perbandingan distribusi relatif kecil sehingga untuk pemisahan yang kuantitatif diperlukan beberapa tahap ekstraksi. Efisiensi yang tinggi pada ekstraksi kontinyu tergantung pada viskositas fase dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kecepatan tercapainya kesetimbangan, volume dari dua fase dan beberapa faktor lainnya.

c. Ekstraksi Kontinyu Counter Current

Fase cair pengekstraksi dialirkan dengan arah yang berlawanan dengan larutan yang mengandung zat yang akan diekstraksi. Biasanya digunakan untuk pemisahan zat, isolasi ataupun pemurnian (Khopkar, 1990).



F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dalam Pemilihan Pelarut

a. Selektivitas

Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan, bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi.

b. Kelurahan

Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar.

c. Kemampuan tidak saling bercampur

Pada ekstraksi cair, pelarut tidak boleh larut dalam bahan ekstraksi.

d. Kerapatan

Terutama pada ekstraksi cairan, sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. Hal ini dimaksudkan agar kedua fase dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah pencampuran.

e. Reaktivitas

Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponen-kompenen bahan ekstraksi

f. Titik Didih

Titik didih kedua bahan tidak boleh terlalu dekat. Ditinjau dari segi ekonomi, akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi.

g. Kriteria

Pelarut sebisa mungkin harus:

i. Murah

ii. Tersedia dalam jumlah besar

iii. Tidak beracun

iv. Tidak dapat terbakar

v. Tidak korotif

vi. Tidak menyebabkan terbentuknya emulsi

vii. Memiliki viskositas yang rendah

viii. Stabil secara kimia dan termis

Beberapa pelarut yang terpenting adalah air, asam-asam organik dan anorganik, hidrokarbon jenuh, tolven, eter, aseton, isopropanol, etanol, karbon disulfit (Bernasconi, et.all, 1995).


FULL VERSION DOWNLOAD DISINI

Kamis, 08 Desember 2011

download laporan praktikum konduktometri



I. TUJUAN PERCOBAAN

Menentukan konsentrasi larutan elektrolit dengan pengukuran konduktansinya dengan bantuan kurva standar dan dengan cara pengenceran.



II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian

Metode konduktometri merupakan suatu metode yang berkaitan dengan sifat-sifat listrik suatu larutan yang tidak tergantung pada reaksi elektrodanya. Menurut hukum ohm yang menyatakan dengan persamaan :



 ……………………………….(1)



dimana, i = arus listrik yang mengalir melalui konduktor (A)

E = tegangan listrik (volt)

R = tahanan konduktor ()



Hantaran elektrolit merupakan besaran yang tergantung pada temperatur, maka pengukuran harus dilakukan pada temperatur yang tetap. Biasanya semua pengukuran dibuat pada 25°C sehingga tergantung pada konsentrasi total, konsentrasi ionik suatu larutan dan akan bertambah besar dengan adanya pengenceran (Khopkar, 1990).

Dalam pengukuran konduktivitas, sebelumnya harus mengukur resistansi (resistansi spesifik) dari larutan itu yang dapat dilakukan dengan cara memasukkan larutan ke dalam sebuah sel berbentuk kubus dengan sisi ion yang dua dari bintangnya paralel terbuat dari zat penghantar (konduktor platinum). Hukum ohm menyatakan bahwa :


……………………………….(2)



dimana, R = tahanan ()

ρ = tahanan spesifik (m)

L = panjang (m)

A = luas penampang (m2)

Kebalikan dari resistansi spesifik dinamakan konduktansi spesifik (K) menjadi :

……………………………….(3)



dimana, K = konduktansi spesifik (ohm-1m-1) (Imam Hardjono, 1997).



B. Konduktivitas Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan listrik, misalnya larutan NaCl. Ketika zat larut dalam air, ion-ion yang tadinya terikat kuat dalam zat padat akan terlepas (terdisosiasi) sehingga terbentuk ion-ion bebas yang menyebabkan larutan menjadi konduktor listrik (Brady,1999).

Konduktivitas larutan elektrolit bergantung pada 3 faktor, yaitu :

1. Jumlah muatan pada ion yang ada

Ion dengan dua muatan, misalnya A-2 akan dapat menghantarkan dua kali muatan listrik dibandingkan dengan ion A-1.

2. Mobilitas ion

Mobilitas ion yaitu kecepatan ion pada beda potensial antara kedua elektroda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion :

a. Berat dan muatan ion, semakin ringan ion tiap satuan muatan maka semakin cepat ion bergerak.

b. Adanya hidrasi, semakin banyak molekul air yang mengerumuni ion maka semakin lambat gerakan ion.

c. Orientasi atmosfer pelarut disekitar ion.

d. Gaya tarik antara ion, semakin besar gaya tarik maka semakin lambat gerakan ion.

e. Temperatur, semakin tinggi temperatur maka semakin cepat gerakan ion.

f. Viskositas, semakin besar viskositas maka semakin lambat gerakan ion.

3. Konsentrasi ion

Besarnya konduktansi larutan elektrolit juga dipengaruhi oleh konsentrasi ion. Pengenceran larutan elektrolit akan menyebabkan konduktansi spesifiknya menurun karena dengan pengenceran akan menurunkan konsentrasi ion.

Konduktivitas larutan elektrolit dengan konsentrasi tertentu dapat ditentukan dengan :


……………………………….(4)



dimana, Λ = konduktivitas ekuivalen

K = konduktansi spesifik

C = konsentrasi ekuivalen larutan



Pengenceran larutan elektrolit kuat maupun lemah akan memperbesar konduktivitas dan mencapai harga maksimal pada pengenceran tidak terhingga. Pada pengenceran tidak terhingga, konduktivitas larutan elektrolit hanya tergantung pada jenis ionnya yang masing-masing ion mempunyai daya hantar ekuivalen (konduktivitas). Kohlrausch’s law menyatakan bahwa konduktivitas larutan elektrolit berbanding langsung dengan jumlah kontribusi ion-ion yang ada dalam larutan, dengan persamaan :

 ……………………………….(5)



dimana λ° = konduktansi ekuivalen untuk masing-masing ion pada pengenceran tidak terhingga.

Misalnya untuk larutan elektrolit dengan satu ion negatif dan ion positif maka ekuivalen konduktansi dari larutan tersebut dalam keadaan sangat encer, yaitu :



Λ° = λ°+ + λ°- .................................................(6)



Harga λ° untuk masing-masing ion tidak dapat diukur secara langsung dalam larutan, maka dapat diperoleh dengan perhitungan (Sukardjo,1990).



C. Pengukuran konduktansi

Pengaruh polarisasi akibat penghantaran yang mengakibatkan perubahan konsentrasi dapat diketahui dengan cara sebagian sumber tegangan digunakan arus AC dengan frekuensi 500-1000 Hz. Namun, jika konduktometer dengan arus AC tidak tersedia maka pengukuran dengan arus DC dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal :

a. Tegangan dibuat serendah mungkin

b. Sebelum polarisasi cukup signifikan maka pengukuran harus dilakukan dengan cepat

c. Tegangan dijaga supaya tetap stabil

Pengukuran cara ini dapat dilakukan dengan multitester yang mempunyai ketelitian tinggi. Daya hantar ekuivalen dan konduktansi ekuivalen : satu mol ion akan mengandung jumlah ion yang sama dengan satu mol ion lain (Tony Bird,1987).



D. Titrasi Konduktometri

Metode konduktansi dapat digunakan untuk megikuti reaksi titrasi jika terjadi perbedaan konduktansi cukup besar antara sebelum dan setelah penambahan reagen. Tetapan sel harus diketahui sehingga selama pengukuran yang beturut-turut, jarak elektroda harus tetap. Hantaran sebanding dengan konsentrasi larutan pada temperatur tetap, tetapi pengenceran akan menyebabkan hantaran tidak berfungsi secara linear lagi dengan konsentrasi.

Titrasi asam lemah dengan basa lemah dapat dilaksanakan secara konduktometri secara mudah. Pada titik ekuivalen hantaran turun pada tingkat yang paling rendah. Metode konduktometri kurang bermanfaat untuk larutan dengan konsentrasi ionik yang terlalu tinggi (Khopkar,1990).




MENGINGAT TULISAN RUMUS-RUMUS ATAUPUN PERSAMAAN G BISA KEBACA, MAKA UNTUK FULL VERSION LENGKAP SAMPAI LAMPIRAN DAPAT TEMEN-TEMEN DOWNLOAD DISINI


Selasa, 06 Desember 2011

moment-moment bahagia di KMTK UMS


"KMTK UMS"
Keluarga Mahasswa Teknik Kimia UMS. ya itulah kepanjangan dari KMTK,. hah apa "KELUARGA".?
YUPS THAT RIGHT. karena kami memang satu keluarga, keluarga yang disatukan oleh ikatan islam dan almamater, sebuah perkumpulan mahasiswa dimana kasih sayang dan kekeluargaan menjadi landasan berjalannya KMTK, walau terkadang sering datang suatu konflik dan masalah,,. namun itu semua merupakan lika-liku serta dinamika dala suatu keluarga, namun semua itu dapat diselesaikan dan dianggap sebagi sebuah batu loncatan dalam proses pendewasaan.
INTINYA HANYA SATU "SALING MEMAHAMI PRIBADI SERTA KEKURANGAN MASNG-MASING PERSON".

beberapa moment indah yang terekam kamera penyukawanita.blogspot.com kegiatan-kegiatan serta rutinitas dari punggawa KMTK 2011



"waduh-waduh mbak e kog narsis sekali ya..,^_^"
(suasana mahasiswa ChemEng 09 jika kuliah kosong) ...










"nyam..,nyam..,nyam. Enak nan...."
(luch together after kumpul ditaman balekambang surakarta ; dari kiri Ajeng, Rizza, Ali mahmudi)




Kompor Bio-Ethanol C-672 "versi terbaru ya mas?
kata orang dua dari kanan ,"oh iya dunk, Suerr g bohong.."
(at TEKNIK EXPO 2009)




Idich..., pada imoet^ banget sich...,
(ChemEng 2009 ketika masih dalam PPA)




WOW..., ternyata aku putih sendiri ya....^_^
(Fun Gathering at taman wisata balekambang



"Cheiye yang pada ikut PPA, aq mah titip absen saja ya"....
(PPA fakultas Teknik 2009)



(journey at Candi sukuh)
kasihan yuda aryoko sepeda motornya kagak kuat.




(first time at Perpustakaan UMS)




(journey to joumog waterfall)
"nice and beatiful place"




BOYBAND FENOMENAL 2010 "MONOXIDE"
(g kalah dah sama smash or Westlife, wkakaka)
^_^



(TEAM FUTSAL ENGINERING 2009)
"pernah juara tingkat RT di mendungan"




(kekonyolan waktu dibatai anak farmasi)
"wah biro kog iso kalah kog cengengesan?"





(at makarab 2009 di kopeng, so beatiful place)




"happy birthday ya......
(at supraise party temen,.. yes makan gratis ^_^)




kekompakan panita makrab 2010
(@ kalisoro tawangmangu,,,brrrr dinginnyo....)




(narsis supaya tetep eksis.....)
^_^"




(me with my best frends at survey tempat buat makrab 2010)








itu dulu yang bisa diapload mungkin belum menambarkan secara jelas KMTK karena hanya terbatas angkatan 2009 but next time saya upload lagi berbagai kegiatan KMTK UMS..

viva Keluarga mahasiswa teknik kimia UMS......